JAKARTA, MIMBARBANGSA.COM — Peluang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 menjadi sorotan setelah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan jawaban berbeda mengenai dukungan dua periode. Jokowi yang sebelumnya menyatakan dukungan terhadap kelanjutan pasangan Prabowo-Gibran kini memilih menekankan bahwa pemilihan presiden masih jauh. Di tengah perkembangan tersebut, Partai Golkar memastikan dukungannya kepada Prabowo sebagai calon presiden pada 2029. Namun, partai berlambang pohon beringin itu belum menentukan siapa yang akan menjadi calon wakil presidennya.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyampaikan penjelasan tersebut kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2026). Menurut Doli, Golkar telah memiliki posisi politik yang jelas mengenai pencalonan Prabowo sejak akhir 2024. Keputusan mengenai calon presiden tersebut tidak otomatis mencakup penetapan calon wakil presiden untuk pemilihan berikutnya. Penentuan pasangan, kata Doli, masih membutuhkan pembahasan dengan partai-partai pengusung serta mempertimbangkan pandangan Prabowo sendiri.
Apakah Gibran Masih Berpeluang Mendampingi Prabowo?
Berdasarkan pernyataan Golkar hingga Jumat (9/10/2026), peluang Gibran kembali menjadi pendamping Prabowo belum tertutup. Golkar belum menyampaikan keputusan resmi yang menolak Gibran ataupun menetapkannya kembali sebagai calon wakil presiden. Doli bahkan menyebut keberhasilan pemerintahan Prabowo-Gibran dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk merekomendasikan pasangan yang sama pada pemilihan mendatang. Meski demikian, pernyataan tersebut masih berupa kemungkinan politik, bukan keputusan pencalonan yang mengikat.
Dalam penjelasannya, Doli menekankan pentingnya melihat hasil kerja pemerintahan sebelum membicarakan pasangan calon berikutnya. Ia memandang keberhasilan pemerintahan yang sedang berjalan dapat menjadi bahan pertimbangan ketika partai politik menyusun keputusan pencalonan. Artinya, keberlanjutan pasangan Prabowo-Gibran masih dapat dibicarakan dalam proses politik menuju 2029. Namun, belum ada kepastian apakah pertimbangan tersebut nantinya akan menghasilkan keputusan untuk kembali mengusung pasangan yang sama.
Jokowi Kini Menjawab Pilpres Masih Jauh
Perhatian terhadap masa depan politik Gibran muncul setelah Jokowi kembali ditanya mengenai dukungannya untuk pasangan Prabowo-Gibran selama dua periode. Dalam laporan detikNews yang terbit Jumat (9/10/2026), Jokowi memberikan jawaban singkat mengenai kontestasi politik mendatang. “Pemilu masih jauh,” kata Jokowi ketika dimintai tanggapan tentang kemungkinan pasangan tersebut kembali maju. Jawaban itu berbeda penekanannya dengan pernyataan Jokowi pada September 2025 yang secara terbuka mendukung pasangan tersebut.
Ketika kembali dimintai penjelasan, Jokowi mengarahkan perhatian pada pekerjaan pemerintahan dan aktivitas politik yang masih berlangsung. Ia menilai berbagai pihak perlu lebih dahulu menjalankan tanggung jawabnya kepada masyarakat sebelum membicarakan kontestasi 2029. Pernyataan tersebut tidak secara langsung mengonfirmasi apakah dukungan pribadinya terhadap pasangan Prabowo-Gibran telah berubah. Oleh karena itu, perbedaan jawaban Jokowi tidak dapat dengan sendirinya dianggap sebagai penarikan dukungan terhadap Gibran.
Pada 19 September 2025, Jokowi sebelumnya mengakui bahwa dirinya telah memberikan arahan kepada relawan Bara Jokowi Presiden (Bara JP) untuk mendukung Prabowo-Gibran dua periode. Pernyataan tersebut disampaikan ketika Jokowi menjawab pertanyaan wartawan mengenai arah dukungan kelompok relawannya. Dukungan yang dinyatakan saat itu secara khusus menyebut kedua tokoh sebagai pasangan pemerintahan. Perbandingan antara pernyataan 2025 dan jawaban terbaru pada 2026 kemudian menjadi salah satu alasan munculnya kembali pembahasan mengenai peluang Gibran pada Pilpres 2029.
Golkar Sudah Dukung Prabowo, Cawapres Menunggu
Berbeda dengan pembahasan mengenai calon wakil presiden, sikap Golkar terhadap Prabowo telah ditegaskan oleh pengurus partai. Doli menyebut keputusan tersebut telah ditetapkan melalui Rapat Pimpinan Nasional atau Rapimnas Golkar. Keputusan itu menjadi dasar dukungan partai terhadap Prabowo untuk menghadapi pemilihan presiden berikutnya. Sementara itu, susunan partai pengusung dan nama calon wakil presiden masih menjadi bagian dari pembahasan politik yang belum selesai.
Doli menjelaskan bahwa penetapan calon wakil presiden biasanya dilakukan mendekati tahapan pendaftaran pasangan calon. Ia menyebut proses tersebut memerlukan komunikasi dengan partai-partai yang akan bersama-sama mengusung calon presiden. Selain pertimbangan partai, calon presiden juga mempunyai peran penting dalam menentukan sosok pendampingnya. Karena itulah, Golkar belum merasa perlu meminta Prabowo menetapkan nama calon wakil presiden sejak sekarang.
Dalam situasi tersebut, dukungan Golkar kepada Prabowo tidak berarti partai telah menentukan sikap final mengenai Gibran. Keputusan untuk kembali mengusung Gibran maupun memilih figur lain masih memerlukan pembahasan politik pada waktu berikutnya. Doli juga menegaskan bahwa perhatian partainya saat ini diarahkan pada pelaksanaan pemerintahan Prabowo-Gibran. Fokus tersebut mencakup upaya mendukung berbagai program pemerintah agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Penentuan Cawapres Bergantung pada Kesepakatan Politik
Pemilihan pasangan calon presiden dan wakil presiden di Indonesia melibatkan mekanisme pencalonan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu. Ketentuan dasarnya tercantum dalam Pasal 6A Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Meskipun partai dapat lebih dahulu menyampaikan dukungan kepada figur calon presiden, pasangan yang akan didaftarkan tetap harus melalui proses pencalonan sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam konteks Pilpres 2029, kesepakatan politik tersebut belum dapat disimpulkan hanya dari dukungan Golkar kepada Prabowo.
Sejumlah faktor dapat menjadi bahan pertimbangan partai ketika membahas sosok calon wakil presiden. Faktor tersebut dapat mencakup evaluasi jalannya pemerintahan, kesepakatan antarpihak, serta keputusan tokoh yang akan diusung sebagai calon presiden. Namun, belum ada dasar yang cukup untuk menyatakan bahwa salah satu faktor tersebut sudah menentukan hasil pencalonan Gibran. Selama belum ada keputusan resmi, peluang Gibran maupun figur lainnya tetap berada pada ranah kemungkinan politik.
Golkar Masih Fokus pada Pemerintahan Prabowo-Gibran
Doli menyampaikan bahwa Golkar ingin mengutamakan keberhasilan pemerintahan Prabowo-Gibran yang sedang berjalan. Menurutnya, jajaran partai telah diarahkan untuk membantu pelaksanaan program pemerintah agar hasilnya benar-benar sampai kepada masyarakat. Sikap tersebut juga menjelaskan mengapa pembahasan calon wakil presiden belum menjadi prioritas partai. Golkar memisahkan antara dukungan terhadap pemerintahan saat ini dan keputusan mengenai pasangan calon pada 2029.
Dengan demikian, pertanyaan mengenai apakah Gibran masih berpeluang mendampingi Prabowo memiliki jawaban yang belum final. Golkar telah memastikan dukungan politiknya terhadap Prabowo, tetapi belum menentukan calon wakil presiden yang akan diusung. Jokowi juga belum secara eksplisit menarik dukungan sebelumnya meskipun pernyataan terbarunya lebih menekankan jarak waktu menuju pemilu. Hingga 9 Oktober 2026, kemungkinan pasangan Prabowo-Gibran kembali maju tetap terbuka untuk dibahas, sementara keputusan resminya masih harus menunggu perkembangan politik berikutnya.






Komentar
0 tanggapan