LAMPUNG, MIMBARBANGSA.COM — Pelaku pembunuhan tiga anggota satu keluarga di Kampung Purwa Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, tewas ditembak polisi saat proses penangkapan, Senin, 5 Oktober 2026. Polisi menyatakan tindakan tersebut dilakukan setelah pelaku menyerang petugas menggunakan senjata tajam ketika hendak diamankan di Kabupaten Lampung Timur. Jenazah pelaku selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung.
Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang AKP Apfryyadi Pratama membenarkan penangkapan tersebut. Menurut dia, proses penangkapan berlangsung di Jalan Lintas Timur, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur. Dalam proses itu, polisi menyebut pelaku melakukan perlawanan dengan menyerang anggota menggunakan senjata tajam sehingga petugas mengambil tindakan tegas.
Polisi juga menyita sejumlah barang bukti dalam penangkapan tersebut. Barang yang disebut diamankan antara lain senjata tajam dan sepeda motor yang digunakan pelaku. Hingga keterangan awal disampaikan, polisi belum menjelaskan secara rinci motif pembunuhan maupun rangkaian lengkap kejadian sebelum tiga korban ditemukan meninggal dunia.
Tiga Korban Ditemukan di Dalam Rumah
Kasus ini bermula dari penemuan tiga anggota satu keluarga dalam keadaan meninggal dunia di sebuah rumah di Kampung Purwa Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang. Ketiganya diketahui bernama Rachmat, 69 tahun, Hasanah, 56 tahun, dan Devny Kishela Putri, 14 tahun. Mereka ditemukan pada Senin pagi setelah keluarga dan warga mendatangi rumah tersebut.
Keterangan kepolisian menyebut penemuan korban diketahui sekitar pukul 08.30 WIB. Polisi kemudian datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan barang bukti, dan meminta keterangan sejumlah saksi. Dari pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah luka yang diduga berasal dari senjata tajam pada tubuh korban.
Rahmat ditemukan di kamar utama dengan sejumlah luka pada tubuhnya, sedangkan Hasanah dan Devny ditemukan di kamar lain dalam keadaan berada di atas tempat tidur. Ketiga jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan autopsi. Polisi menyatakan pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan penyebab kematian serta membantu penyidik merekonstruksi kejadian.
Anak Korban Menemukan Keluarganya
Informasi yang dihimpun dari keterangan Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang menyebut peristiwa pertama kali diketahui oleh Septian Rachmanda, anak Rachmat. Septian datang ke rumah orang tuanya dan mendapati pintu masih dalam keadaan terkunci, kemudian memanggil penghuni rumah tetapi tidak mendapat jawaban. Setelah pintu dibuka secara paksa, ia menemukan ayah, ibu, dan adiknya sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada keluarga lain dan kepolisian. Petugas segera mendatangi lokasi dan melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan petunjuk dari tempat kejadian serta keterangan saksi. Pada tahap awal, polisi menyatakan telah mengantongi dugaan mengenai pihak yang terlibat dan melakukan pengejaran.
Beberapa jam setelah penemuan tiga korban, polisi berhasil menemukan orang yang diduga sebagai pelaku di wilayah Lampung Timur. Sejumlah laporan menyebut pelaku berinisial AF dan berusia 35 tahun, sementara laporan media lokal menyebut ia masih memiliki hubungan keluarga dengan salah satu korban. Informasi mengenai hubungan tersebut berasal dari laporan media dan belum dirinci dalam keterangan awal yang dipublikasikan kepolisian.
Pelaku Disebut Menyerang Polisi Saat Ditangkap
Menurut kepolisian, pelaku tidak menyerah ketika akan diamankan. Ia disebut menyerang petugas dengan senjata tajam sehingga polisi melakukan tindakan tegas terukur yang berujung pada kematian pelaku. Keterangan mengenai tindakan polisi tersebut berasal dari Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang dan menjadi dasar laporan awal mengenai akhir proses penangkapan.
Jenazah pelaku kemudian dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung. Polisi pada saat itu masih melanjutkan penanganan perkara, termasuk pemeriksaan barang bukti dan penelusuran motif di balik pembunuhan tiga anggota keluarga tersebut. Karena terduga pelaku telah meninggal dunia, penyidik tetap membutuhkan hasil pemeriksaan saksi, barang bukti, dan temuan forensik untuk memperjelas seluruh rangkaian kejadian.
Kasus tersebut menarik perhatian karena tiga korban berasal dari satu keluarga dan ditemukan dalam satu rumah pada hari yang sama. Namun, sejumlah aspek penting seperti motif, waktu pasti terjadinya pembunuhan, serta rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan masih memerlukan penjelasan resmi lebih lanjut. Informasi lanjutan dari kepolisian diperlukan agar kronologi kasus dapat disusun secara utuh dan tidak hanya bergantung pada temuan awal.





Komentar
0 tanggapan