Selasa, 6 Oktober 2026 • 10:12 WIB
Dari Rakyat, Untuk Indonesia yang Lebih Baik
BERITA TERKINI ⚡

Houthi Klaim Serang Bandara Riyadh dan Fasilitas Aramco, Konflik Yaman Memanas

Houthi mengklaim menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, fasilitas Aramco, dan sejumlah kota Saudi saat pertempuran di Yaman kembali meningkat.

Dengarkan Berita Siap membacakan artikel ini.
0 dari 0 bagian
Ilustrasi terkait eskalasi serangan Houthi terhadap sejumlah sasaran di Arab Saudi, termasuk Riyadh dan fasilitas energi.
Ilustrasi terkait eskalasi serangan Houthi terhadap sejumlah sasaran di Arab Saudi, termasuk Riyadh dan fasilitas energi.

RIYADH, MIMBARBANGSA.COM — Kelompok Houthi di Yaman mengklaim melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah sasaran di Arab Saudi, termasuk Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan fasilitas milik Saudi Aramco. Klaim serangan itu muncul ketika pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi kembali meningkat. Sejumlah kota di wilayah selatan Arab Saudi juga disebut menjadi sasaran dalam rangkaian serangan tersebut.

Houthi menyatakan serangan diarahkan ke Bandara Internasional King Khalid di ibu kota Riyadh, fasilitas Aramco, serta beberapa sasaran lainnya. Kelompok tersebut juga mengklaim menyasar Bandara Abha, Pangkalan Udara Khamis Mushait, serta lokasi di Najran dan Jazan. Sampai laporan ini disusun, rincian mengenai kerusakan maupun korban akibat seluruh serangan yang diklaim Houthi itu belum dikonfirmasi secara independen.

Ledakan keras dilaporkan terdengar di Riyadh pada Senin malam, 5 Oktober 2026, ketika ketegangan regional kembali meningkat. AFP melaporkan Houthi menyatakan telah menyerang bandara internasional Riyadh dan fasilitas Aramco serta sejumlah target lain di Arab Saudi. Informasi mengenai sasaran tersebut karena itu tetap perlu dibedakan antara klaim pihak Houthi dan kerusakan yang telah dikonfirmasi otoritas Saudi.

Saudi Kecam Serangan Houthi

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada 5 Oktober 2026 mengecam serangan Houthi terhadap warga sipil serta fasilitas sipil dan ekonomi di wilayah kerajaan. Dalam pernyataan resmi yang disiarkan Saudi Press Agency, pemerintah Saudi menyebut Riyadh, Abha, Khamis Mushait, Jazan, Najran, Taif, dan Yanbu sebagai kota-kota yang telah menjadi sasaran serangan. Pemerintah Saudi juga menyebut adanya ancaman terhadap kapal-kapal Saudi di Laut Merah bagian selatan dan Selat Bab al-Mandab.

Arab Saudi menyatakan tetap memiliki hak untuk melindungi wilayah, kedaulatan, sumber daya nasional, warga negara, dan penduduknya sesuai hukum internasional. Riyadh juga menegaskan kembali dukungan politik dan militernya kepada Dewan Kepemimpinan Presiden dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Pemerintah Saudi meminta masyarakat internasional, khususnya negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengambil peran dalam menghadapi eskalasi tersebut.

Ketegangan tersebut berlangsung bersamaan dengan meningkatnya operasi militer di Yaman. Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan terus memberikan dukungan operasional kepada angkatan bersenjata pemerintah Yaman dalam menghadapi Houthi. Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, sebelumnya menyatakan operasi dilakukan untuk melindungi keamanan Saudi sekaligus menghadapi ancaman terhadap jalur pelayaran di Laut Merah dan Bab al-Mandab.

Operasi Koalisi di Yaman Ditingkatkan

Pada Selasa, 6 Oktober 2026, koalisi juga mengumumkan penghancuran sebuah peluncur rudal balistik di Sanaa dan fasilitas penyimpanan rudal di kawasan pegunungan Saada. Menurut pernyataan resmi koalisi melalui Saudi Press Agency, fasilitas di Saada disebut menyimpan 20 rudal balistik. Informasi tersebut merupakan keterangan pihak koalisi dan belum dapat diverifikasi secara independen dari lokasi.

Koalisi pimpinan Saudi juga melaporkan operasi angkatan laut di Provinsi Al-Hudaydah di pesisir Laut Merah. Operasi tersebut diklaim menghancurkan gudang senjata, fasilitas penyimpanan kapal bermuatan bahan peledak, dan ranjau laut milik Houthi. Koalisi mengatakan tindakan itu bertujuan menggagalkan rencana serangan terhadap jalur pelayaran di Laut Merah bagian selatan dan menjaga keamanan navigasi di Selat Bab al-Mandab.

AFP melaporkan peningkatan pertempuran terjadi ketika pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan sekutunya berupaya merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi. Dalam perkembangan yang sama, militer Yaman menyatakan telah melakukan lebih dari 1.000 serangan dan memulai ofensif menuju Sanaa yang berada di bawah kendali Houthi. Koalisi Saudi juga menyatakan sekitar 100 pesawat tempur terlibat dalam operasi udara, tetapi angka dan hasil operasi tersebut berasal dari pihak yang terlibat dalam konflik.

Risiko Konflik Regional Meluas

Eskalasi terbaru menunjukkan konflik Yaman kembali berdampak langsung terhadap keamanan Arab Saudi dan jalur perdagangan strategis di kawasan Laut Merah. Serangan terhadap fasilitas penerbangan atau energi, apabila terbukti menimbulkan kerusakan besar, berpotensi menambah kekhawatiran mengenai transportasi udara, keamanan energi, dan pelayaran regional. Namun, hingga kini tidak semua klaim serangan maupun tingkat kerusakannya telah mendapatkan konfirmasi independen.

Situasi di lapangan masih berkembang sehingga informasi mengenai korban, kerusakan fasilitas, maupun hasil operasi militer dapat berubah. Pernyataan dari Houthi, pemerintah Yaman, dan koalisi pimpinan Saudi perlu diperlakukan sebagai klaim masing-masing pihak sampai tersedia konfirmasi tambahan dari sumber independen. MIMBARBANGSA.COM akan memperbarui informasi berdasarkan perkembangan dan keterangan resmi yang dapat diverifikasi.

Komentar

0 tanggapan

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan WA f X ➤
5 Menit Melek Hukum GABUNG
×
Pasang MIMBAR BANGSA

Android/Chrome: ketuk menu ⋮, lalu pilih Instal aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

iPhone/Safari: ketuk Bagikan, lalu pilih Tambahkan ke Layar Utama.